Hal yang sangat dinantikan selama hamil adalah proses persalinan. Proses ini cukup menegangkan sekaligus menyenangkan karena akan bertemu dengan si buah hati. Agar ibu hamil nantinya dalam melakukan proses persalinan dengan maka harus rajin memeriksakan kandungannya ke bidan atau dokter kandungan secara rutin. Ketika usia kehamilan semakin tua, dokter akan memberikan prediksi tanggal lahir sehingga Anda bersama suami dapat mempersiapkan segala keperluan yang dibutuhkan. Namun demikian, tanggal prediksi bisa bergeser mundur atau maju dari yang telah diperkirakan.

4 Faktor HPL Bergeser

Sebagian ibu hamil melalui proses persalinan sesuai tanggal yang telah diprediksikan sebelumnya. Namun, sebagian juga mengalami proses persalinan lebih cepat atau lebih lambat dari prediksi. Berikut merupakan 5 faktor yang dapat menyebabkan prediksi persalinan bergeser.

Salah Menentukan Tanggal Pembuahan

Hal yang membuat prediksi kelahiran tidak akurat yaitu kesalahan dalam menentukan tanggal pembuahan. HPHT merupakan cara yang paling umum digunakan untuk membuat prediksi persalinan. Syarat utama membuat prediksi dengan cara ini yaitu wanita tersebut memiliki siklus menstruasi yang lancar setiap bulannya. Ketidakakuratan prediksi persalinan dikarenakan ibu hamil yang bersangkutan lupa waktu pertama menstruasi terakhir. Hal inilah yang membuat hasil predeksi menjadi tidak akurat.

Posisi Janin Berubah

Salah satu ciri janin yang sehat yaitu aktif bergerak selama ada di dalam kandungan. Namun, pada usia kandungan mendekati hari persalinan biasanya secara alami janin akan memposisikan kepalanya ke bawah. Perubahan posisi janin yang terjadi sewaktu-waktu ini dapat menyebabkan proses persalinan yang lebih cepat dari yang telah diprediksikan.

Hal yang justru sebaliknya terjadi yaitu janin masih belum pada posisi siap lahir meskipun telah memasuki usia kandungan mendekati hari persalinan. Biasanya, dokter akan menyarankan untuk menunggu terlebih dahulu hingga posisi janin siap. Akan tetapi, jika dalam masa yang ditentukan janin tak kunjung memposisikan diri maka dokter pun akan menyarankan tindakan operasi caesar.

Ukuran Serviks Dan Rahim

Setiap wanita memiliki ukuran serviks dan rahim yang berbeda. Perbedaan ini ternyata dapat mempengaruhi proses persalinan menjadi lebih cepat atau justru sebaliknya. Perbedaan ukuran serviks dan rahim wanita ini juga telah disebutkan dalam penelitian. Bagi para ibu hamil yang memiliki ukuran serviks kurang dari 2,5 cm akan berpeluang besar untuk melalui proses persalinan yang lebih cepat dari yang telah diprediksikan. Kondisi serviks yang semakin menipis juga akan memudahkan bayi untuk turun dari rahim hingga dilahirkan. Selain itu, persalinan lebih awal dari prediksi juga mungkin dialami oleh ibu hamil yang memiliki ukuran rahim besar.

Beda Masa Kehamilan

Selain memiliki ukuran rahim dan serviks yang berbeda, para wanita juga memiliki masa kehamilan yang berbeda-beda pula. Masa kehamilan normal yang umum dialami oleh wanita yaitu selama 38 hingga 40 minggu. Perbedaan masa kehamilan ini dapat sebabkan karena gaya hidup selama hamil yaitu seperti merokok, stress yang berlebihan, bermasalah dengan kesehatan rahim dan serviks atau penyakit lainnya.

Proses persalinan dini biasanya terjadi pada minggu ke 37 sedangkan proses persalinan yang melebihi tanggal prediksi biasanya terjadi pada minggu ke 42 atau lebih. Proses persalinan yang terlalu jauh dari tanggal prediksi tidaklah baik karena dapat membahayakan ibu dan janin. Oleh karena itu, jaga pola hidup sehat selama proses kehamilan serta rajin memeriksakan kandungan ke dokter agar janin dapat dipantau dengan baik.

Itulah beberapa faktor yang menyebabkan prediksi persalinan bergeser. Agar Anda dapat mengetahui prediksi yang akurat maka Anda dapat melakukan pemeriksaan USG pada kandungan Anda.